Tuesday, 18 September 2012

Takotak Miskumis, Yang Berotak Atau Yang Bokis ?


Sebelum kalian membaca, gue cuma mau mengingatkan bahwa tulisan ini murni dari apa yang gue lihat, baca, pikir, tonton, dan rasain. Bukanlah suatu tulisan yang dibayar oleh pihak tertentu. DEMI ALLAH. Gue rela disumpah pake AL QURAN. Kalo perlu, direkam dan diunggah di Youtube, deh.
Siapapun pemimpinnya nanti, gue cuma berharap JAKARTA BISA LEBIH BAIK LAGI. Semoga yang menang di pilgub besok bisa MENJAGA AMANAH. Amin.


***

Pilgub DKI putaran kedua tinggal menunggu beberapa hari lagi. Semakin kesini, gue semakin capek mendengarkan kampanye nyeleneh dari salah satu cagub-cawagub. Belum lagi, ketika gue dan keluarga memiliki pandangan berbeda soal para cagub-cawagub. Ya, ideologi kami memang berbeda. Gue lebih berpihak ke si Kotak. Keluarga lebih memihak si Kumis. Bahkan perbedaan ini selalu saja membuat adanya perdebatan yang gak sehat, berhubung gue dan mereka memiliki pengetahuan yang berbeda soal para cagub-cawagub. Terlebih, Mama gue. 


Dari dulu hingga sekarang, pastinya Mama akan selalu memilih si Kumis. Beberapa alasannya yaitu :

1. Secara fisik, setahu gue, dia memang menyukai pria berkumis. Si Papa berkumis, loh. Dulu juga mantan-mantan dia berkumis. Mantan gue juga berkumis #eh. 

hahaha :)))
2. Minimnya pengetahuan dia soal para cagub-cawagub. Seharusnya sebelum menjatuhkan pilihan, kita kan harus banyak tahu tentang mereka dahulu, ya. Agar bisa melakukan perbandingan, mana aja sih yang bagus dan nggak. Sayangnya, si Mama kalo nonton TV aja yang dipantengin infotainment. Baca buku, gak pernah. Baca tabloid, isinya infotainment juga. Disuruh belajar main internet, gak ada niat. Kerjaannya mengurus rumah tangga melulu. Padahal, sebagai Ibu Rumah Tangga, jangan sampai otak berhenti mengkritisi sesuatu. Ya, gak? 

3. Karena persamaan agama. Padahal si Kumis sama agama sendiri dimaen-maenin pas kampanye. Tuh lihat aja iklan shalawat kemarin. Gue kira itu iklan yang telat ditayangin, berasa buat bulan puasa. Ternyata buat PROPAGANDA. Lah, kok agama jadi dibawa-bawa buat dapetin kenikmatan duniawi, sih? 

siapa yang akan menang?

4. Biar biaya sekolah digratisin. Padahal gratisnya belum lama. Gak dari awal si Kumis jadi gubernur dan gue masih SMA (2007). Malah waktu SMA, bayaran sekolah gue hingga 250 ribu perbulan. Menurut gue sih, mahal banget. Mengingat gue menimba ilmu di sekolah negeri. Belum lagi biaya gedungnya yang jutaan.

5. Kata dia, si Kotak yang dari Solo dari mukanya udah keliatan gak enak. Kayak orang jarang solat. Ya ampun.... 

6. Terprovokasi oleh orang yang gak dikenal. Beberapa bulan lalu, Mama bertemu dengan seorang ibu yang mengaku asli Solo dan dia berorasi di kantor kecamatan. Si Ibu mengaku bahwa si Kotak itu orangnya gak bener. Semenjak dipimpin dia, Solo menjadi kota yang memiliki gereja dimana-mana. Pokonya, SARA banget, deh! Gue sih udah bilang, kalo si ibu itu bisa jadi orang bayaran. Lagian ya, setelah survey ke temen-temen gue yang banyak orang Solo, katanya si Kotak bagus-bagus aja tuh kepemimpinannya. Gak membeda-bedakan kelompok tertentu.

dan masih banyak lainnya...

Kalo udah ngomongin soal kampanye kemarin, Mama seakan yang paling benar. Gue sih ngalah aja. Pernah beberapa kali gue mengungkapkan perbandingan antara 2 cagub. Eh, malah gue dikatain anak durhaka. Dari situ, gue diem aja dah.

Sore kemarin, adik gue bercerita ke Mama, "Ma, masa tadi pas upacara di sekolah, ujung-ujungnya kampanye si kumis?"

"Yaiyalah, bersukur lu dia jadi gubernur! Sekolah digratisin! Blablabla....," jawabnya.

Gue cuma bisa ber-INNALILLAHI-ria di dalam hati. Gila, ya. Sekolahpun dijadiin tempat kampanye. Masjid juga tempo hari pernah juga. Itu loh, pas si Bang Haji Rhoma Irama ngomongin si Kotak-Kotak. Sampe sotoy pula lagi bilang ibunya si Kotak Solo adalah seorang Non Muslim. Jelas-jelas, beliau Muslim. Hihihi. 

Gue cuma bisa berharap, semoga si Mama gak nyesel memilih si Kumis. Jangan sampe dia suatu hari ngomel-ngomel Jakarta begini-begitu.

Semoga ikatan keluarga kita gak putus gara-gara perbedaan ideologi...

Anyway,  ada beberapa alasan mengapa gue gak milih si kumis. Dari dulu sih gue gak pernah memilih doi. Beberapa tahun lalu, gue memilih Adang Daradjatun, karena dia satu SMA sama gue, di SMAN 1 Jakarta Boedoet. Hahahaha. Alasan yang nyeleneh, memang.

Namun secara garis besar, gue cuma berkesimpulan bahwa :

Strategi Kampanye Timses si Kumis gak kreatif.

Beberapa strategi kampanye telah Tim Sukses Kumis lakukan. Namun, gak ada satupun yang membuat gue bersimpati kepada mereka. Malah makin empet. 


Pertama, sewaktu Timses si Kotak mengeluarkan game Facebook "SELAMATKAN JAKARTA", eh si Kumis malah ngikutin. Gak mau kalah, doi pun ngeluncurin game "BERSATU JAKARTA" . Sayangnya, menurut gue, game tersebut cemen banget. Gak kayak game punya si Kotak, walaupun sistemnya mirip Angry Bird tapi memiliki makna tersendiri. Pesan politiknya bagus dan jelas. Misal, tentang apa aja sih program yang akan dilaksakan mereka. Trus lucu juga, kita bisa lempar bom ke penjahat gitu, hihihi.

gamenya lucu loh, cobain aja, cari di FB :D
maap, ini game buat anak 3 taun kayanya... 
Kedua, sewaktu Timses si Kotak bikin video youtube yang lucu, eh si Timses si kumis gak mau kalah. Namun, videonya gak jelas. Kasihan deh, malah kebanyakan penontonnya mencet DISLIKE. Hihihi.

yang sebelah kiri siapa sih? GANTENG!

Nih perbandingan videonya :

Video kampanye Si Kotak

1. JOKOWI DAN BASUKI - what makes you beautiful by one direction [PARODY]



Pesan yang gue tangkap dari video ini adalah si Kotak ingin menyindir halus si Kumis yang dianggap masih gagal memimpin Jakarta. Dari segi pembuatan KTP yang ribet, macet, dll. Videonya dikemas dengan sangat apik. Gak heran kalo video ini udah dikasi tombol LIKE sebanyak 18 ribu lebih (hanya mendapatkan 300an tombol DISLIKE) dan ditonton oleh 1 juta lebih orang di Indonesia atau bahkan seluruh dunia. Wow, angka yang sangat fantastis! 

Segmentasi video ini tentu saja untuk kalangan muda seperti kita. Apalagi lagu yang dipakai adalah lagu yang sedang hits sekarang ini. Berhasilkah membuat anak muda Jakarta ingin memilih si Kotak? Tentu saja, mengingat komentar yang diberikan kebanyakan positif.

2. Video Lagu Dukungan untuk Joko Widodo (Jokowi) & Basuki (Ahok)


Segmentasi video ini tentu saja untuk warga Jakarta menengah-bawah. Karena dibuat dengan lagu dangdut dan kata-kata yang nyablak. Cukup menghibur namun masih kalah pamor dengan video kampanye sebelumnya.

Bandingkan dengan video yang dibuat oleh Timses si Kumis :

1. Fokelah Kalo Begitu FC Version


Video ini cukup menghibur. Namun gak se-elegan video kampanye si Kotak versi One Direction parody. Terlalu banyak pencitraan yang dibuat dalam video ini. Ngenesnya, pemakaian talent anak sekolah malah dibuat seseksi mungkin, dengan rok diatas lutut. Kok malah gak nyontohin, ya? 

2. Gadis Kotak-Kotak

See : http://www.youtube.com/watch?v=y9uvejO9ZGQ&feature=share, entah mengapa gak bisa ditaro disini. Mungkin karena terlalu memalukan.

Video ini sih menurut gue KRIK banget. Gak ada bagusnya. Audio cempreng, alur cerita jelek, talent kurang cocok, dan pesan politik yang terlalu menyudutkan. Gak heran, dikasi tombol DISLIKE sebesar 4 ribu lebih. Yang kasi LIKE? Dikit parah, hanya 130an saja!

Diantara video-video atas, tentu saja Timses Kumis gue katakan GAGAL BANGET! Gak bisa mengajak warga itu mah! Gue gak ngerti, tuh video dibikin sama Digital Agency mana. Atau mungkin karena budgetnya minim jadi videonya ngasal gitu, deh. Wallahualam.

Itu baru video di dunia maya. Bagaimana dengan video yang dijadikan TVC (TV Commercial) ? 




TVC dari si Kotak sih, menurut gue aman-aman aja. Gak menyinggung golongan manapun. Berbeda dengan TVC si Kumis yang memakai musik shalawat untuk kampanye ini. Segmentasinya sudah jelas, hanya untuk warga Jakarta yang seiman. Guepun seiman dengan si Kumis, namun gue gak setuju kalau kata-kata suci harus dijadikan propaganda kepada masyarakat demi meraih kenikmatan duniawi semata, yaitu KEKUASAAN. 

Padahal menurut gue, lebih bagus membuat TVC kampanye yang bisa merangkul seluruh warga alias gak tersegmentasi. Mengingat di Jakarta ini, segala golongan ada.

Ketiga, identitas si Kotak dan pendukung sangat menyita perhatian, yaitu dengan kemeja kotak-kotak dan perpaduan warna merah, biru, dan putih. Pesan politik yang ingin disampaikan dari busana tersebut adalah bahwa kotak-kotak sendiri menyimbolkan kerakyatan dan bisa dipakai dari seluruh golongan. Tua-muda, kaya-miskin, formal-informal, dll. Sedangkan beragamnya warna yang diusung sama dengan beragamnya orang Jakarta.

pengen banget punya kemejanya, tapi nunggu yang gratisan :p

Belum lagi, untuk mendanai kampanye, si Kotak banting tulang jualan kemeja kotak-kotak. Gak mau kalah, pendukungnya pun ikutan. Keren! 

Lalu apa identitas dari si Kumis dan pendukungnya? Gue kurang tahu, sih. Yang gue lihat kemarin di TV, hanya kemeja putih biasa saja. Atau jangan-jangan kaos bergambar KUMIS yang dipakai ABG adalah salah satu campaignnya mereka? Gak tahu, deh. Hihihi.

Keempat, secara terang-terangan Timses si Kotak membuat JASMEV (Jokowi-Ahok Social Media Volunteers). Disini, banyak anak muda yang menjadi relawan yang turut membantu kampanye si Kotak melalui Social Media. Gak heran jika kita lebih sering mendengar kabar baik mengenai si Kotak daripada si Kumis. Ya gak? 

gue sih gak bergabung -_-
Sedangkan si Kumis? Mungkin ada juga, tapi gak sebagus program JASMEV. Buktinya kalo liat media sosial atau internet, lebih banyak orang yang menghujat si Kumis daripada si Kotak. Kasihan...

Kelima, website si Kotak menurut gue simple dan berisi, bisa di klik http://jakartabaru.co/home . Website si Kumis sih menurut gue, masih kurang. Yaitu lebih berat dan alamat web yang kurang menjual. Silakan klik http://web.fauzi-nachrowi.com/.

Masih banyak lagi alasan mengapa gue kurang bersimpati dengan si Kumis. Kayak adanya penyumpahan warga untuk memilih si Kumis hingga memakai Al-Quran (tapi pas mau disumpah malah MATI LAMPU! Huahaha! Ngakak! Lagian lebay banget deh! Kitab suci kok dimain-mainkan! Mana pake janji warganya akan dikasi ini-itu. OMG!). Lalu ada juga penyebaran booklet yang menyudutkan si Kotak serta booklet berisi pencitraan si Kumis selama menjabat menjadi gubernur, yang dibagikan ke setiap RT (pssttt, gue anak RT loh jadi tau!). Belum lagi konflik si Kumis dan wakil gubernurnya dulu yang gak berujung damai. Lalu... apalagi ya? Wah, kalo dijabarin bisa makin puyeng nih pembaca!

Itu dia sedikit pendapat gue. Wallahualam, apalah calon pemimpin yang gue pilih bisa menjaga amanah atau nggak. Kita liat aja nanti. Bagus atau nggaknya, lain hari bisa gue tulis disini.

Semoga si Kotak gak malu-maluin, ya.

What do you think, guys? Besok mau milih yang mana, nih?

40 comments:

  1. Wahahaha, ternyata bukan cuma gue doang yang nyadar kalo ada yang salah sama iklan Bang Kumis pake sholawatan :D

    Yah, menurut gue sih ini Pilkada paling dilematis buat warga JKT khususnya yg muslim. Kalo milih nyang itu, 5thn kebelakang bukanlah kerja yg memuaskan. Nah kalo milih nyang inu, di Al qur'an dilarang. Yah walaupun bukan pemimpin mutlak tapi cuman wakil sih :)) CMIIW

    ReplyDelete
  2. Waah .. Kapin nulisnya dari hati nih u.u setuju sama semua kata-kata kapin.Ngakak pas bagian Iklan yang shalawat :p Eh kak,masa di sekolah aku tautaunya si kumis ngasih kartu sekolah gratis 12 tahun-,- lebay.Ngasih nya pas mau pemilu cagub.Wkwk -__- Lanjutkan kapiiin!!

    ReplyDelete
  3. hahahaa.. ternyata bener kan.. ada beberapa fakta yg memang benar2 membuat si kumis sperti melakukan Black campaign..

    memang warga jkrta sekrang itu butuh realisasi, tranparansi dan tindakan langsung ke lapangan sperti apa yg dilakukan si kotak2.. buka sperti si kumis yg mlah berkoar2 dan aliran masuk ke kantong sendiri..

    Sani / @Nsani21
    Mhasiwa fisip (PR)
    2008.
    Hidup kotak2..

    ReplyDelete
  4. hmmm jd tw byk nih hehehhe...
    warga jg sbnrnya serba salah...antara ingin milih yg baik ama ngikutin ajaran agama...yo binun deh T.T

    intinya moga2 Jekardah bisa lebih baik aj :)

    ReplyDelete
  5. Lah situ juga mempermainkan agama dengan kata2
    Wahai orang-orang beriman, berkomenlah sebelum berkomen itu dilarang (Surat Al Blogger ayat 9).
    Tdk pantas becanda dg agama friend.
    #cuma ngingetin, ga maksud apa2

    ReplyDelete
  6. siapapun yang kepilih, kudu musti bisa beresin kemacetan di daerah kemanggisan hiks gue kuliah di situ dan kalo masuk jam paling pagi pun bangunnya kayak anak sekolahan biasa. macetttt paraaaahhh di situuuu kuliah aja rempooonggg. #curcol

    ReplyDelete
  7. @ anonim : huahaha, itu udah lama banget ditulis, oke oke makasih udah diingetin, akan diganti :)))

    btw kok pake anonim sih? cemen :)))

    ReplyDelete
  8. mau siapapun yang jadi GUBERNUR jgn asal janji buta ntar buta bnrn ahah, gue cuma pengen ORANG KAYA JADI MISKIN dan ORANG MISKIN MENJADI KAYA biar pada merasakan gimana menjadi MISKIN & KAYA krna gue blm pernh menjadi kaya ahah

    ReplyDelete
  9. wa juga milih kotak!! keliatan bangetlah orangnya jujur banget, trus kalo liad debat tadi malam rasanya gimana gitu... -''-

    si kumis keliatannya kayak ngeremehin si kotak...

    wa bukan anak jkt sih :p , tapi saya setuju kalo pada milih Jokowi!

    ReplyDelete
  10. saya mh tetep golput... ga peduli sm mereka,,, karena saya orang bandung :D

    ReplyDelete
  11. Gua bukan rakyat jakarta, jadi gua sih ga akan ikutan voting. Tapi kalo gua sampe disuruh pilih, gua akan pilih pemimpin yg TIDAK RASIS...enuff said =)

    ReplyDelete
  12. Udah terbukti nyoblos kumisnya gagal...jagian si kotak udah kebukti di solo .... di tv banyak di ceritain keberhasilannya hahahahaha .... by the wway untuk mantan gue ngak ada yang berkumis

    ReplyDelete
  13. Untuk masalah sekolah gratis sendiri, memang anggarannya cuma cukup buat wajib belajar sampe 9 tahun dan itupun juga udah kepepet. Nah, pas ada wajib belajar 12 tahun di akhir masa jabatannya, itu ga ada anggarannya. Dari mana dapet duitnya?! Kesannya, cara dia 'memakmurkan' rakyat terlalu berskenario dan memaksa

    ReplyDelete
  14. Nonton kan Debat Jokowi vs Foke di Metro minggu mlm kmrn, Liat ajah pertanyaan ma jawaban fake ma wakilnya gak bermutu banget wakilnya palagi SARA bgt tuh haiya hiaya (aksen tionghoa) ke ahok masa pemimpin gtu trus klo gk milih warga betawi akan dikeluarkan dari betawi wah rasis lagi, foke lbih sering black campaign, gak ada yg positif deh wa suka kata2nya jokowi ke foke ,jd pemimpin hrs melakukan action di tempat jangan bilang rencana2 dan akan2 kapan geraknya ckckck :D

    ReplyDelete
  15. siapapun yang memimpin, semoga jakarta menuju ke arah yang jauh lebih baik.

    Tapi emang kerasa sih kalo si kotak memang mengambil segmen menengah ke bawah dan anak muda, yang which is lebih berpikiran ke masa depan, menurut saya.

    Saya bukan orang jakarta dan gak memilih juga, tapi kata pacar saya yang orang solo, jokowi emang yahud, jadi kita tunggu aja, apa jakarta bisa yahud juga seperti ia memimpin solo (kalau terpilih) :D

    ReplyDelete
  16. pilih saja akuuu #sing #eh

    siapapun nanti yg terpilih intinya harus bisa membuat jakarta menjadi JAUH LEBIH BAIK

    ReplyDelete
  17. liat di YT, ngakak banget videonya. tp sukaaaaaa!

    hmmm... g bs ikutan dukung sih, beda tempat. hhehehe

    ReplyDelete
  18. Kalo gw mah bkn wrg jkt jd besok gak nyolok,cm berharap aja semoga siapapun yg terpilih adalah yg terbaik dan semua janji2nya bisa diwujudkan...Good luck jekardah,wish you only the best!!!

    ReplyDelete
  19. Saya orang solo,,pak jokowi emang top bgt,,Kªl☺ beliau ∂ɪ̣̝̇ percaya rakyat jakarta jadi gubernur ‎​Чa"̮ •⌣•ƏLђα♏ϑûlΐllαђ•⌣•,,†âÞi Kªl☺ enggak ‎​Чa"̮ alhamdulillah juga,cos solo ƍäª kehilangan orang sehebat pak jokowi :D

    ReplyDelete
  20. ane juga lebih milih jokowi :)).. semoga jakarta menjadi lebih baik lagi kedepannya :)



    ReplyDelete
  21. kapin, kayakny si anonim itu pendukungny foke eh. Kykny ga terima banget. Wkwwwkkk.

    ReplyDelete
  22. Fauziah Listyo Ayunani19 September 2012 at 22:10

    walaupun saya tinggal di jakarta tapi ber-KTP kalimantan tapi tetep lah kalo disuruh milih pun saya akan memilih calon yang ga ngebeda-bedain warga dan calon yang ga bersifat defensif :D

    ReplyDelete
  23. hha, MERDEKA !
    jujur ya kapin, menurut sudut pandang mahasiswa semester 3 (gue). Kalo udah mimpin 1x trus mau mimpin lagi, yang ke-2nya itu sudah bukan niat mimpin lagi, cius deh wkwkwk :3

    Semoga warga jakarta melek deh gak ketipu dengan yang cemen-cemen :p

    ReplyDelete
  24. Wew. ternyata di jakarta gitu kampanyenya :D udah jelas banget kok klo si Kumis mainnya Kurang bersih. Beda sama yang kotak yang kreatif.

    Bdw, emang sih klo pilih pemimpin itu jangan yang terlalu mau, sama jangan yang palling gak mau.

    ReplyDelete
  25. pemikiran kita sama banget kak. walaupun bukan warga jakarta dan gak bisa nyoblos karena baru hari ini genap 17 tahun *ecie* saya lebih cenderung mendukung si om kotak. keliatan banget orangnya bakal kerja keras dan bakal ngerealisasiin janji2 semasa kampanyenya dan orangnya 'BERSIH' beda sama pandangan saya sama om kumis, sama kaya kak vina, agak keki gitu. dia kesannya gak 'BERSIH', black campaign, dan mengusung agama (padahal warga jakarta bukan agamanya gak cuma 1 doang), dan pemberitaan dari media makin menambah kekekian sy sm om kumis haha. semoga om kotak menang deh, siapa juga yang mau jakarta jadi gitu2 aja. sy aja yang bukan warga jakarta pengen ngeliat jakarta yang baru! om kotak, amin~

    ReplyDelete
  26. eh gilak, komenan gue panjang amat ._.

    ReplyDelete
  27. Gue salut sama keberanian lu buat nulis beginian. Tapi, tiati pin, yang gak sepaham bisa tersinggung loh. :)

    ReplyDelete
  28. Bukannya apa-apa ya. Tapi ada pertanyaan untuk pemilih Jokowi - Ahok

    1. Anda serius memilih Jokowi, atau sebagai pelampiasan karena gak mau milih Foke?:))

    2. Anda serius milih Jokowikarena ingin perubahan, atau cuma korban kampanye, video, dan gamenya?:))

    3. Anda serius udah memilih pasangan yang belum pernah tinggal di kota padat dan runyam ini, baik cagub dan cawagubnya? :))

    4. Anda yakin Jokowi itu realistis? Menurut saya tidak. Mengatasi macet itu nggak gampang. Penduduk Jakarta lebih banyak dari Solo. jangankan solo,singapura, negara yang bisa dibilang maju aja penduduknya kalah sama Jakarta. Apalagi Jakarta lebih chaos dari Singapur :))

    5. Anda memilih Jokowi karena ingin membuat Jokowi senang atau membuat Foke malu? :))

    6. Anda yakin memilih pemimpin yang pragmatis, menggampangkan sesuatu, kurang realistis dan jual citra? :))

    7. Anda yakin memilih pemimpin karena citranya yang polos dan innocent, instead of mikir... 'kerjanya ntar kaya megawati nggak?' :))

    8. Anda yakin isu SARA akan mempengaruhi kemajuan Jakarta? Isu-isu kayak gitu mah wajar dalam politik. Wali kota terbaik di dunia? Coba tulis Joko Widodo di google.co.uk! munculkah?

    9. Kita memilih Jokowi, karena yang beliau tonjolkan adalah 'antimacet'nya. Seolah2 visi misi jakarta ini cuma menghilangkan macetnya aja. Padahal menghilangkan macet tidaklah mudah. Coba jadi gubernur! Jadi guru aja deh. Ngatur murid ga gampang. Apalagi mobil, penduduk, motor, tiap tahun bertambah. Dan asal tau aja, macet itu wajar di kota besar. Mexico, brazil, china, LA, sama macetnya dengan jakarta. Alhamdulillah, kota mereka masuk dalam kota termacet di dunia dan jakarta masih belum masuk.

    10. Ketika ditanyai 'gimana cara menghilangkan macet' foke menjawab dengan realistis, "tidak gampang! harus sedikit2." jokowi menjawab menggampangkan "dibikin fly over aja". Ah masa?:))
    saya setuju sama twit benakribo, sebelum milih, baca visi misi dan kinerja masing2 cagub. Pilih yang paling realistis!
    Masih banyak yang diurusin gubernur lama jkt selain macet. tenang aja lagi, temen2 di brazil sana tiap sore juga ngerasain hal yg sama.

    11. Pemimpin terbaik adalah pemimpin terbaik. Walikota terbaik juga. Tetapi, walikota terbaik itu relatif. Walikota terbaik Indonesia, ya wali kota terbaik saat menjabat di indonesia. beda adanya ketika dia harus menjabat jadi walikota di amerika. Apalagi, Amerika lebih besar dari Indonesia. Begitu juga jakarta, lebih besar, lebih rumit daripada solo.

    terlepas dari semua itu, kita biarkan jokowi berjalan dulu. mari kita lihat yang disebut 'perubahan'. Meski beliau tidak janji apa-apa. apa beliau cuma menang dengan cara klasik indonesia; menjual citra? menjual simpati? atau dia cuma menang krn promosi video? dan mencari simpati rakyat kecil?
    Jangan lupa, lima tahun lalu kita mengagung2kan Fauzi Bowo atas lawannya. Tapi selang beberapa tahun, kita mengecam2 Fauzi Bowo.
    Tetapi ada baiknya juga Jokowi, mungkin bisa mensejahterakan rakyat kelas bawah, paling tidak membuat mereka merasa diperhatikan pemimpinnya ;D

    Saya siap terima Jokowi Ahok!

    ReplyDelete
  29. INDONESIA BUKAN CUMA JAKARTA. Heran, kenapa kalau pemilihan gubernur daerah lain ga pernah se-heboh gini.

    ReplyDelete
  30. maap ya pin mau numpang bales komen buat efnu mubarok :

    mungkin menurut gue salah satu faktor kenapa orang memilih jokowi ya karna mereka udah bosan dg kondisi jakarta yang gini-gini aja ya, karna itu mereka memilih jokowi karna ya itu tadi dibuktikan dengan hasil memimpin di solo,but gue jg setuju soal jakarta itu beda dg solo,seharusnya sebagai pemimpin foke sudah siap dg segala kondisi di jakarta, sebelumnya dia mencalonkan diri menjadi gubernur dan terpilih, warga jakarta memilih dia karna dia mengaku mampu utk memimpin jakarta,
    selanjutnya soal realistis, iya memang kita harus realistis, tapi coba kita liat singapur yg bahkan setau gue lebih kecil dari jakarta, tapi pemimpin mereka bisa utk membuat RTH dinegaranya dg cara yg instan, kalo kita kembali ke jakarta dg segala fasilitas pembangunan juga APBN ibukota yg WOW, utk membangun jakarta lebih baik seharusnya foke mampu.

    ada lebih ada kurangnya diantara kedua cagub tsb, ya sebenernya bukan permasalahan juga sih dimana gubernur dan wagub bisa mengatasi permasalahan klasik ibukota diseluruh dunia yg rata-rata hampir sama, sekali lagi birokrasi masih menjadi masalah bagi semua pemimpin, sebaik-baiknya pemimpin mereka tidak akan merealisasikan visi misi mereka jika dibawah-bawah mereka tidak mempunya kepentingan yg sama, thats our country's classic problem..

    overall, gue lebih memilih faisal basri..hehehe

    ReplyDelete
  31. eh maksudnya balesan komen buat A. Wahyudi hehehe

    ReplyDelete
  32. Cut, blog lo didesain ulang ya? ngapa tuh cut?

    ReplyDelete
  33. ekeh setuju ama pendapatnya A. Wahyudi L :)) mari kita liat ya 5 tahun ini, apa J berhasil seperti video, game, dan segala kampanyenya? karena, memimpin itu ga segampang kita kampanye atau main game loh :)) buat J, cemungudh eaaaah :D

    ReplyDelete
  34. kalau saya lebih pilih yang memang bisa terbukti janjinya benar.. haha.

    ReplyDelete
  35. coba googling tentang asal-usul mereka dulu.. pasti ada baik buruknya..

    ReplyDelete
  36. waduh lucu banget ga kuat pengen ketawa

    ReplyDelete

Gih kasi komen. Asal jangan nyebelin, berbau SARA dan porno ye. Yang SPAMMING bakal gue HAPUS.

Makasi temen-temen. HAPPY BLOGGING! :*