Sunday, 7 March 2010

Ketidakjelasan Orang Indonesia!

Bukan maksud untuk sok kritis, tapi tulisan ini gue buat karena banyaknya ketidakjelasan di negri ini. Oke, slamat membaca!

Guys, pasti kalian tau kan tentang kasus century yang berujung ketidakjelasan dalam negri ini? Mulai dari ketidakjelasan aliran dana yang mengalir, ketidakjelasan hasil rapat Pansus, ketidakjelasan anggota DPR yang berujung adu tonjok or adu bacot, serta ketidakjelasan perilaku para demonstran yang semakin hari semakin BERINGAS! Gue cuma bisa ngurut dada, kenapa sih negri ini penuh dengan orang-orang nggak jelas? Sebenarnya siapa sih yang bawa kabur tuh duit? Siapa yang menerima suap dari kasus century? Sri Mulyani kah? Boediono? Apakah jelas buktinya? Siapa sih yang bertanggung jawab dalam kasus ini? Dan beragam pertanyaan bodoh lainnya yang bisa dijawab dengan jawaban yang tidak mempunyai kejelasan juga!

Gara-gara century, si Pansus ikutan linglung. Rapat terbuka di DPR kemarin pun kayaknya percuma aja, nggak jelas! Mahasiswa , LSM, dan orang-orang nggak jelas lainnya pun ikut-ikutan nggak jelas,karena demonya mereka tuh udah bikin macet jalan dan merusak fasilitas umum! Akibat jalanan macet, Jakarta merugi sekian trilyun (kata salah satu sumber yang gue denger di Metro TV). Nggak jelas juga sih kok bisa ampe triliunan gitu meruginya. Gue sih cuma bisa mikir, kalo misalkan ada orang sekarat yang musti cepet-cepet dibawa ke rumah sakit tapi pas di perjalanan jalanannya macet, gimana nasib tuh orang? Yang ada bisa mati di jalan! Klo misalkan ada ibu-ibu yang mau ngelahirin dan pas mau ke rumah sakit taunya brojol di jalanan yang macet trus pendarahan dan mati, siapa yang mau disalahkan? Tuh ibu-ibu yang ngelahirinnya gak tepat pada waktunya? Pendemo yang bikin macet? Anggota DPR? Yang punya Century? Atau tukang nasi uduk yang ada di depan rumah gue? (halah, apa hubungannya, kancut!!). Atau jangan-jangan kalian yang salah, kawan? (bukan kok bukan, kita kan anak baik-baik!). Whatever deh!

Negara kita memang negara demokrasi. Semua warga boleh mengeluarkan aspirasinya. Tapi demokrasi atau kebebasan ini bukannya ada batasannya ya? Apakah dalam mengeluarkan aspirasi kita musti pake cara kekerasan? Sebagai contoh, kita liat bentrokan antara mahasiswa Universitas Negri Makassar dengan Polisi. Hey kalian para Mahasiswa, pelajar tertinggi sekaligus terhormat di negri ini (apalagi dalam bentrokan itu melibatkan mahasiswa kampus negri), apakah sepantasnya kalian beringas seperti itu? Dengan merusak berbagai fasilitas umum yang dibuat dari uang rakyat, melempar batu sampai warga sipil terluka, mengeluarkan kata-kata kotor, merusak kampus sendiri, helooooo inikah yang namanya MAHASISWA, hah? Gue nggak ngelarang kalian untuk demo kok, tapi ya nggak usah pake kekerasan BISA NGGAK?! Gue sebagai MAHASISWA sangat MALU, karena mempunyai saudara sebangsa dan setanah air yang TIDAK BERPRIKEMANUSIAAN ! Dimana otak kalian? Tercoreng sudah nama MAHASISWA dipikiran masyarakat, dimana mereka menganggap, “MAHASISWA ZAMAN SEKARANG PREMAN SEMUA!” Tidakkah kalian mempunyai kerjaan, hah? Apakah tugas para preman di negri ini sudah dialihkan kepada mahasiswa, dimana mereka cuma bisa menghancurkan fasilitas yang ada? nggak heran kalo ada berita siswa SMP-SMA yang tawuran nggak jelas, soalnya kakak-kakaknya pun yang udah kuliah suka tawuran juga! INIKAH CONTOH PELAKU PENDIDIKAN NEGRI KITA?! Malu rasanya gue jadi mahasiswa Indonesia!!

Sudahlah saudaraku, hendaklah kalian belajar yang benar biar kalian bisa jadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Kalo kalian cuma bisanya tawuran, mau ditaro dimana masa depan kalian? Kalo kalian mati dalam bentrokan itu, apa kalian nggak kasihan dengan orangtua yang telah bersusah payah menafkahi dan membayar uang kuliah kalian? Coba deh pikirin! *nasehat ini berlaku pula untuk mahasiswa-mahasiswa lainnya yang suka bentrokan nggak jelas dari berbagai universitas*

Nggak usah menyalahi SBY, toh nggak gampang pula jadi Presiden! (bukan maksud gue bela SBY yeee!). Pikirin deh, emangnya masalah di negri ini cuma century apa, hah? Ada banyak, kawan!! Lebih baik kalian kerjain deh tuh tugas sendiri-sendiri, nggak usah sok ikut campur dengan perilaku yang nggak jelas dan gak bermanfaat!! Yoi nggak?

Ah harus gimana lagi sih nih negri, nggak pemimpin (baca: anggota DPR), nggak mahasiswa, warga, pelajar, kok ya demen banget maen adu tonjok? Cemen banget! Yang dipake tuh OTAK, bukan OTOT!

Apa seharusnya Pak SBY pake sistem pemerintahan yang otoriter biar nggak banyak orang yang berani berbuat bentrok? (kayak zamannya Pak Soeharto). Pasti nggak mau, kan? Apa kalian mau kembali ke zamannya Pak Soeharto, dimana segala aspirasi dan keputusan ada ditangan kepala negara and so kalian nggak bisa berpendapat? Think, think, think!!

Sebenernya sih otoriter dan demokrasi masing-masing ada keuntungan juga kerugiannya. Kalo kata nyokap gue nih ya, kalo sistem negri ini pake otoriter kayak di zamannya Soeharto gitu, enaknya nih negri aman dan tentram, nggak ada yang namanya demo apalagi bentrokan, soalnya takut ditangkap, dipenjara, bahkan ampe dibunuh. Tapi, sistem kayak gitu kan bikin kita gerah juga, dimana kita nggak bisa mengeluarkan aspirasi, HAM pun kayaknya gak ada tuh! Akibat dari pelarangan mengeluarkan aspirasi, masyarakat nggak bakal ngerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, yang membuat masyarakat menjadi bodoh dan bodoh seterusnya karena cuma bisa menganggukkan kepala dengan apa yang diucapkan oleh sang Pemimpin. Apa kalian mau seperti itu?

Demokrasi alias kebebasan. Kita bebas mengeluarkan aspirasi kita. Walau begitu, kebebasan ini juga ada peraturannya. Tapi zaman sekarang kayaknya manusia-manusia ini udah nggak peduli dengan peraturan! Yang penting mereka bebas untuk berekspresi walaupun banyak sisi negatifnya! Oh My God!!

Kembali ke masalahcentury...

Jujur, gue pun nggak begitu ngerti dengan alur cerita century. Yang jelas, biarkanlah mereka para wakil rakyat yang ngurusin, ngapain sih kita repot-repot ngurusin, kayak bener aje! (kita : mahasiswa/pelajar). Mau demo karena nggak puas dengan hasil kerja Pansus? Sono aje lo demo, tapi nggak pake kekerasan dan ngerusakin barang BERAPA YA?

Pokoknya gue nggak mau-mau lagi liat yang namanya mahasiswa bentrokan di tipi! Kayak anak BERANDALAN tau nggak! Ngapain capek-capek kuliah kalo bisanya cuma bentrok! ALAY LO AH!!

Oke, sekian dan trimakasih. Mohon maaf jika ada kesalahan kata, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa...

No comments:

Post a Comment

Gih kasi komen. Asal jangan nyebelin, berbau SARA dan porno ye. Yang SPAMMING bakal gue HAPUS.

Makasi temen-temen. HAPPY BLOGGING! :*